Merdeka Belajar, Mengingat Kembali Tujuan Pendidikan

Penulis : Ranti Widiastuti | 28 Jan, 2020 | Kategori: Kendari, Merdeka Belajar, Temu Pendidik Daerah

Pendidikan dan Merdeka Belajar. Ketika menyebut terminologi ini. Maka kita perlu melihat kondisi belajar di lapangan. Di lapangan, sering kita mendengar guru yang bimbang antara mengejar materi dan menyelesaikan tuntutan kurikulum atau mendahulukan pemahaman siswa. Banyak siswa yang malu ketika mendapat nilai rendah saat ulangan, tapi biasa saja saat menyontek ketika ulangan. Banyak guru yang terfokus pada administrasi pendidikan, tapi lalai dengan tugasnya saat pembelajaran. Tujuan adalah panduan dalam melaksanakan berbagai hal, salah satunya pendidikan. Kaburnya tujuan akan menyebabkan kebingungan dalam melaksanakan proses pendidikan.

Berawal dari keresahan tersebut, saya sangat berharap bisa mengumpulkan rekan guru di Kendari dan sekitarnya yang memiliki keresahan yang sama untuk berdiskusi bersama dan mencari solusi atas permasalahan yang ada. Akhirnya pada Minggu, 15 September 2019 terlaksanalah kegiatan Temu Pendidik Daerah di Laboratorium Bahasa Inggris MAN 1 Kendari dengan agenda Nonton Bareng Guru Merdeka Belajar, sebagai awal dari sebuah ikhtiar untuk secara aktif turut serta meningkatkan kualitas pendidikan kita. Kegiatan yang dipublikasikan sekitar satu pekan sebelum kegiatan ini, berhasil menyatukan enam belas orang guru di Kendari dan sekitarnya yang secara sukarela hadir di kegiatan tersebut.

Mendiskusikan Pendidikan yang Merdeka Belajar

Sebagai informasi, kegiatan Temu Pendidik Daerah ini baru pertama kali diadakan di  kota Kendari, sehingga banyak rekan guru yang belum mengenal satu sama lain. Karena itu, kegiatan dimulai dengan ice breaking perkenalan oleh para peserta. Selain bertujuan untuk menjalin keakraban, juga diharapkan dapat menyegarkan  pikiran rekan guru setelah satu minggu beraktivitas di sekolah. Peserta terlihat menikmati kegiatan ini karena mereka tidak hanya berkenalan, tapi juga bernyanyi dan berlari kecil berebut mencari rekan sekelompok berdasarkan instruksi yang diberikan.

Agenda kedua dari kegiatan ini adalah perkenalan tentang Komunitas Guru Belajar. Saya, Ranti Widiastuti mewakili dua orang teman saya yang bersama‐sama menggagas kegiatan Nonton Bareng Guru Merdeka Belajar di Kota Kendari. Pertanyaan pertama yang saya lontarkan kepada rekan guru yang hadir adalah “Apakah Bapak/Ibu sebelumnya sudah pernah mendengar tentang Komunitas Guru Belajar?” Semua guru yang hadir menjawab dengan jawaban senada, “belum pernah”.

Perkenalan tentang Komunitas Guru Belajar ini sangat penting dilaksakan. Sebelum memasuki agenda inti untuk menyamakan persepsi dan menjelaskan kenapa kegiatan Nonton Bareng Guru Merdeka Belajar ini perlu dilaksanakan dan apa manfaatnya bagi pendidikan?. Setelah menjelaskan informasi seputar Komunitas Guru belajar, saya berbagi pengalaman tentang alasan pribadi saya bergabung di Komunitas ini. Setidaknya ada tiga alasan utama yang mendorong saya untuk bergabung di Komunitas ini.

Baca juga: Merdeka Belajar Bukan Jargon

Guru Membahas Pendidikan Merdeka Belajar

Pertama, menjawab kebutuhan. Berdasarkan pengalaman beberapa tahun mengikuti kegiatan seminar, workshop maupun Komunitas pendidik lain, umumnya topik yang dibahas berfokus pada administrasi pendidikan, misalnya pengmbangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Sementara itu, sebagai pendidik saya juga membutuhkan komunitas untuk membahas masalah‐masalah praktis di dalam kelas seperti menenangkan siswa yang ribut dikelas, memfokuskan siswa saat pelajaran jam terakhir, membuat latihan terasa menyenangkan, dan berbagai masalah real yang terjadi di dalam kelas. 

Kedua, berkelanjutan. Banyak workshop, seminar atau kegiatan pengembangan guru yang pertemuannya hanya sekali. Padahal, pembelajaran di kelas bersifat dinamis dimana setiap hari guru menemukan bisa saja menemukan masalah‐masalah baru yang tidak bisa diselesaikan sendiri. Karena itu, harus ada ruang untuk berbagi keresahan dan adanya guru lain yang berbagi praktik cerdas pengajaran yang secara nyata efektif menyelesaikan masalah yang mungkin baru saja dialami oleh guru lainnya. Karena itu, diperlukan adanya pertemuan dan diskusi berkala untuk dapat menjawab pertanyaan dan berbagi inovasi pembelajaran.

Ketiga, lingkaran yang sevisi. Komunitas Guru Belajar memiliki jaringan di seluruh Indonesia dengan anggota para guru yang memiliki kesadaran bahwa guru masih harus belajar. Mereka juga sangat memahami bahwa guru yang memiliki kegemaran belajarlah yang dapat menularkan semangat belajar kepada siswanya. Dengan adanya lingkungan yang kondusif, guru‐guru akan saling mendukung satu sama lain dan ruang kolaborasi semakin terbuka lebar.

Selanjutnya, dilaksanakan kegiatan inti dari ini yaitu Nonton Bareng Guru Merdeka Belajar. Sempat mengalami masalah teknis karena suara tidak mau keluar saat laptop yang digunakan tersambung di proyektor, namun kegiatan nonton bareng ini tetap berlangsung khidmat dan penuh makna. Meskipun video berdurasi sekitar lima belas menit itu hanya ditonton melalui layar laptop, namun tidak mengurangi esensi dari konten yang disampaikan oleh Ibu Najelaa Shihab tersebut. Audio yang disambungkan dengan speaker itu tetap dapat menjangkau seluruh ruangan, karena itu pesan yang dibawa pun tetap tersampaikan. 

Sesi refleksi dimulai setelah seluruh video tersebut rampung ditonton bersama. Banyak yang merasa terbuka pikirannya dengan materi yang disampaikan oleh Bu Elaa, sapaan akrab Ibu Najelaa Shihab. Ibu Ayu misalnya, ia mengungkapkan bahwa “Video ini sangat membuka mata. Wadah dimana saya bisa berbagi dan mengemukakan apa yang saya rasakan dan menemukan pendidik yang memiliki tujuan yang sama”. Senada dengan hal itu, Pak Basri seorang guru Madrasah Ibtidaiyah juga berkata “Sangat bagus. Video ini membuka pikiran saya bahwa guru harus punya tanggung jawab yang besar untuk siswa‐siswinya. Bukan sekedar menggugurkan kewajiban, tapi guru harus punya inovasi untuk kemajuan siswanya tidak hanya mengikuti format yang telah ditetapkan. Guru harus merdeka dalam belajar begitupun dengan siswa”.

Pada sesi ini, banyak refleksi yang dilakukan oleh rekan guru yang hadir. Ibu Nining misalnya, ia bercerita bahwa ia baru sadar bahwa ternyata tujuannya mengajar selama ini adalah untuk mentransfer pengetahuan dari bidang ilmu yang diampunya. Ia lupa bahwa tujuan pendidikan bukan hanya untuk mengajarkan materi pelajaran, namun juga untuk mendidik peserta didik agar memiliki akhlak yang baik dan menyiapkan peserta didik dari segi karakter dan mental untuk memasuki kehidupan sesungguhnya setelah lulus dari bangku sekolah. Selain itu, Pak Basri pun menambahkan dengan mengaitkan pengalamannya di pendidikan selama ini dengan ciri‐ciri guru merdeka belajar yang ketiga, yakni refleksi. Ia menjelaskan bahwa dia dan rekan gurunya di sekolah banyak yang tidak melakukan refleksi usai pembelajaran. Seringkali, mereka hanya mengeluh dan menempatkan kesalahan pada peserta didik atau sistem pendidikan yang berjalan.

Setelah menonton video ini, kami yang hadir di kegiatan ini menyadari bahwa ada miskonsepsi tujuan yang seringkali terjadi tapi tidak disadari. Nilai, penilaian, dan ujian yang seharusnya adalah cara untuk mendidik peserta didik, justru menjadi tujuan utama kita saat pembelajaran di dalam kelas. Masih banyak di antara kami yang sering mendahulukan hal tersebut dibandingkan bagaimana mendidik siswa untuk jujur dalam setiap ujian, untuk menghargai saat temannya sedang berbicara, untuk bangkit saat mereka gagal, untuk memiliki rasa percaya diri dan kemampuan komunikasi yang baik dan berbagai keterampilan lain yang sebenarnya mereka butuhkan setelah lulus dari bangku sekolah nanti.

Kesimpulan berharga dari Temu Pendidik Daerah ini adalah betapa kami menyadari bahwa ada miskonsepsi arah tujuan pendidikan yang terjadi. Karena itu, kami pelan‐pelan berusaha meluruskan keambiguan yang terjadi. Kami juga bertekad untuk melanjutkan pertemuan dan diskusi di Komunitas Guru Belajar Kendari sebagai salah satu ruang untuk berbagi keresahan dan berbagi praktik cerdas pengajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia di mulai dari ruang kelas kami masing‐masing. Kegiatan itu pun ditutup dengan sesi foto bersama oleh para peserta yang hadir di kegiatan tersebut.

Anda masih penasaran tentang apa itu merdeka belajar?

Yuk pelajari Surat Kabar Guru Belajar Edisi 6
Unduh Gratis
Klik:
Merayakan Merdeka Belajar PDF

merdeka belajar pdf
About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: