Pengertian Asesmen, Apakah Kita Terjebak Miskonsepsi?

Penulis : Kusuma Putri Wijayanti | 16 Feb, 2021 | Kategori: Asesmen, Merdeka Belajar

Apa pengertian asesmen? Kalau ulangan,ujian tentu sudah menjadi hal biasa bukan? Tapi kalau asesmen bagaimana? Kita tahu saat ini asesmen sedang menjadi perbincangan hangat di dunia pendidikan, tak lain karena tahun 2021 akan mulai diterapkannya Asesmen Nasional untuk pendidikan di Indonesia. Bukan hanya perbincangan, tapi juga menjadi ketakutan sendiri bagi guru untuk menjalankannya.

Orientasi yang salah sudah menjadi budaya sejak pendidikan dasar yang mengagung-agungkan nilai dan melupakan aspek lain yang saling terkait dalam perkembangan setiap murid yang perlu menjadi perhatian. Miskonsepsi menjadi awal pemahaman guru terkait asesmen menjadi tantangan terbesar yang harus dilepaskan, karena dengan begitu akan lebih mudah menerima informasi yang kredibel dan komprehensif. Pemahaman konsep pengertian asesmen yang benar akan membawa dampak yang bermakna tidak hanya kepada guru tapi juga murid ikut merasakannya sebagai subjek belajar dalam pendidikan.

Membahas pengertian asesmen

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kampus Guru Cikal mengenai pemahaman Asesmen, dihasilkan bahwa 78% responden masih mengalami kebingungan akan  pengertian konsep asesmen itu sendiri, sedangkan 22% memilih sudah paham dengan asesmen. Seperti pertanyaan yang diajukan oleh Fatrica Ivana Dabukke sebagai moderator dalam acara Obrolan #GuruMerdekaBelajar yang diinisiasi oleh Kampus Guru Cikal mengajukan pertanyaan kepada peserta “Apa itu asesmen?” banyak yang mengatakan bahwa asesmen adalah penilaian proses belajar murid. Apa betul begitu? Atau asesmen hanya sebutan lain dari ujian?

Nah, sudah sampai mana pemahaman asesmennya? Apa sudah benar pemahaman kita? Yuk cari tahu bersama!

Berdasarkan paparan awal Elisabet Indah Susanti salah satu narasumber dalam OGMB menjelaskan “Asesmen adalah sekumpulan kegiatan yang melibatkan pengumpulan data dan analisis informasi tentang kinerja murid dan dirancang untuk menginformasikan, mengidentifikasi apa yang murid ketahui, pahami, dapat lakukan, dan rasakan pada tahapan yang berbeda di proses pembelajaran”. Melalui obrolan #GuruMerdekaBelajar ini meluruskan miskonsepsi yang selama ini menjadi pemahaman guru-guru bahwa asesmen itu terkait dengan ujian dan penilaian adalah scoring akhir ulangan atau ujian murid, padahal secara esensialnya asesmen adalah penilaian kinerja murid pada waktu sebelum, selama dan sesudah proses pembelajaran dilakukan, jadi tidak hanya menilai berdasarkan hasil ulangan atau ujian secara individu, tetapi berdasarkan proses pemahaman pembelajaran yang dilakukan dan dirasakan oleh murid dan sekolah secara komprehensif.

Pengertian Asesmen Kemdikbud

Anggi Rizka Pustika guru dari SD Negeri Bogem 2 Sleman narasumber dalam obrolan tersebut menjelaskan bahwa  sudah melakukan asesmen dalam proses pembelajarannya bahwa ada perbedaan asesmen zaman dulu dengan asesmen zaman sekarang dijalani, dimana dulu dalam melakukan guru melakukan penilaian murid berdasarkan hasil akhir dari ulangan atau ujian dalam bentuk angka atau grade yang juga menjadi salah satu bentuk tuntutan dari orang tua yang ingin tahu anaknya berada di peringkat berapa atau sekadar ingin tahu nilai berapa diperoleh. Peringkat sudah menjadi patokan turun temurun yang membuat anak hanya mengejar untuk memperoleh nilai tinggi, tanpa mengetahui esensi atau tujuan kenapa mereka perlu belajar.

Baca Juga: Jurus Jitu Lulus Asesmen Nasional

Pengertian konsep asesmen yang benar menjadi jawaban bagaimana meningkatkan dan mengembangkan pendidikan Indonesia menjadi lebih merdeka, dimana guru, murid dan orang tua dituntut saling berkolaborasi dan bekerjasama menciptakan pembelajaran dengan melakukan strategi pembelajaran. Ketika guru-guru sudah memahami konsep asesmen yang sesuai dan benar bahwa yang menjadi orientasi adalah murid yang terus berkembang kompetensinya, bukan sekadar pencapaian nilai akhir, guru akan lebih memahami murid dengan melakukan berbagai macam strategi yang sesuai, dan orang tua perlu turut diberikan pemahaman bahwa asesmen tidak hanya sekadar skor.

Obrolan tersebut juga mengulik mengenai prinsip asesmen terbagi menjadi tiga, yang pertama Asesmen Untuk Belajar (Asesmen Diagnostik) adalah asesmen yang dilakukan untuk mempersiapkan murid melakukan pembelajaran, adanya analisa yang dilakukan guru untuk melihat sudah sejauh mana kemampuan dan pemahaman murid, hasilnya untuk menindaklanjuti strategi apa yang cocok dengan murid; kedua Asesmen Sebagai Proses Belajar ini adalah asesmen yang dilakukan terhadap proses belajar yang berlangsung, murid menilai proses belajar yang terjadi pada dirinya sendiri sebagai subjek belajar mengenai pemahaman, ketercapaian, perbaikan yang perlu dilakukan atau tantangan yang dirasakan; ketiga  Asesmen Terhadap Belajar dimana pencapaian yang dilakukan adalah asesmen terhadap pembelajaran murid sebagai puncak selesainya kegiatan pembelajaran melalui indikator-indikator yang menjadi acuan pencapaian pembelajaran. Ketiga prinsip asesmen ini saling berkaitan satu sama lain untuk mengukur capaiannya yang diawali dengan persiapan, kemudian latihan-latihan sampai puncak proses pembelajaran selesai yang membawa hasil capaian murid secara komprehensif yang lebih luas.

Pelaksanaan asesmen membawa dampak yang bermakna bagi guru, murid dan orang tua. Guru lebih memahami apa yang menjadi kebutuhan murid, strategi apa yang cocok untuk digunakan, perkembangan peningkatan yang terjadi pada murid, dan guru merasa terbantu karena beban kerja yang terasa lebih ringan karena menerapkan asesmen, sementara murid merasakan dampaknya dengan merasa lebih nyaman, berani dan percaya diri dalam menyampaikan sesuatu yang berkaitan dengan proses pembelajaran ataupun capaian yang telah mereka lakukan sendiri dan guru berikan yang tidak hanya berorientasi pada nilai, sedangkan orang tua lebih memahami dan menerima anak-anak memiliki kebutuhan dan keunikan sendiri yang tidak bisa disamakan dan dibandingkan satu sama lain, berujung pada tercapainya tujuan pembelajaran yang diharapkan.
Ini yang menjadi harapan kita semua bukan?

Yuk merenung dan menjawab dalam hati apakah sudah sesuai pengertian konsep kita mengenai asesmen? Apakah kita memang terjebak atau justru sudah melakukan asesmen tetapi tidak menyadarinya?

Yuk berefleksi…

Ingin menonton ulang Video Obrolan Guru Merdeka Belajar edisi ini?
Silakan tonton di bawah ini

Tags:
About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: