Peran Ayah dalam Pendidikan Anak

Penulis : Agus Riyanto | 17 Jul, 2019 | Kategori: Liputan Guru Belajar, Solo Raya

Mendidik anak tentu bukan hanya tanggung jawab seorang ibu. Sangat diperlukan sosok seorang ayah agar pendidikan terhadap anaknya dapat berjalan secara optimal. Lalu bagaimana kenyataan di lapangan saat ini?
Guru Agus Riyanto dari KGB Solo Raya dan Guru Siska Yuniyati dari Sukoharjo membahas ini dalam KGB On Air – Ria FM Solo

Perlunya interaksi positif antara ayah dan anak

Sebuah survei yang dilakukan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tahun 2015 menunjukkan bahwa peran ayah dalam pendidikan anak masih rendah. Kualitas pengasuhan anak oleh ayah hanya berkisar 3,8 dari 5. Rendahnya kualitas pengasuhan dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan akan pentingnya sosok ayah dalam pendidikan anak-anaknya. Secara kuantitas, waktu ayah bersama anak hanya 1 jam per hari. Alasan yang dikemukakan umumnya karena ayah sibuk bekerja atau berada jauh dari rumah. Padahal dengan kecanggihan teknologi saat ini, jarak dan kesibukan tentunya bukan halangan. Yang mungkin juga kita temui
saat ini, ada beberapa ayah yang setiap hari bersama anaknya tetapi kurang berinteraksi positif.

Contoh:
Seorang ayah bekerja di luar kota. Dia bisa memanfaatkan fasilitas video call dan telepon untuk berkomunikasi dengan anak-anaknya di rumah. Menanyakan PR atau hanya sekadar menanyakan kegiatan anaknya di sekolah. Hal seperti ini akan sangat berharga bagi diri anak, terutama merasa diperhatikan.

Pengaruh kualitas dan kuantitas pengasuhan ayah

Rendahnya kualitas dan kuantitas pengasuhan yang dilakukan ayah terhadap anaknya mempengaruhi banyak hal. Bagaimanakah dampaknya terhadap diri anak jika ayah kurang berperan dalam pendidikan anaknya?

Sebuah riset menunjukkan hasil yang mencengangkan, seorang anak tanpa
kehadiran ayah dalam kehidupannya akan:
63% anak akan mengalami masalah psikologis. Seperti: sering merasa
gelisah, suasana hati yang labil, fobia, dan bahkan depresi.
56% memiliki daya tangkap di bawah rata-rata (pemahaman terhadap
sesuatu hal rendah)
43% anak justru menjadi agresif terhadap orang tua bahkan orang lain.

Peran Ayah dalam pendidikan anaknya

Begitu pentingnya peran ayah dalam pendidikan anaknya, sangat disayangkan jika seorang ayah tidak bisa hadir sebagai sosok yang dibutuhkan anak dalam tumbuh kembangnya. Secara spesifik bagaimana sebenarnya peran seorang ayah dalam pendidikan anak itu?

Kolaborasi ibu dan ayah dalam mendidik anaknya sangat diperlukan. Ibu adalah seorang pendidik terbaik, dan ayah adalah role model bagi anak-anaknya. Maka kita kadang heran, ibu sudah mendidik dengan penuh kasih sayang, anak masih berperilaku kurang baik, ternyata mereka melihat ayahnya melakukan hal-hal yang dilakukannya. Sebagai peniru, anak tentu belum memikirkan dampak dari perilakunya. Mereka hanya meniru, maka sebagai ayah kita harus berhati-hati.

Menurut praktisi pendidikan Najelaa Shihab, ada empat peranan ayah dalam keluarga:

  1. Ayah sebagai player (teman bermain) bagi anak-anaknya. Bermain dengan anak akan berpengaruh pada kualitas mental anak.
  2. Ayah sebagai teacher (pendidik) terutama berhubungan dengan keingintahuan dan cita-cita anak. Ayah harus mampu mampu memberikan motivasi anaknya untuk berusaha sekuat tenaga mewujudkan cita-citanya.
  3. Ayah sebagai protector (pelindung), berbeda dengan ibu, seorang ayah justru akan mengajarkan cara kepada anak-anaknya untuk bisa melindungi diri karena kehadiran orang tua tidak bisa setiap saat.
  4. Ayah sebagai partner (rekan). Bisa sebagai partner ibu dalam mendidik anak juga bisa menjadi partner anak dalam membahas banyak hal.

Bukan hanya itu, peran ayah dalam pendidikan anaknya meliputi:

  1. Pola asuh ayah mempengaruhi pola pikir, sikap, dan perilaku anak.
  2. Sosok ayah akan menghadirkan beberapa karakter terutama ttg tanggung jawab, kewibawaan, sikap sosial, empati, dan simpati.
  3. Sosok ayah merupakan motivator terbaik anak. Kehadirannya menjadi penyemangat tersendiri dalam diri anak.
  4. Kehadiran ayah akan memberikan rasa nyaman dan tenang.
  5. Sosok anak yang sebagai peniru terbaik bisa saja meniru ayahnya terutama dalam perilaku dan kegemaran.

Hal yang bisa dilakukan ayah

Melihat pentingnya peranan ayah dalam keluarga terutama dalam pendidikan anak, bagaimana seharusnya atau apa yang perlu diimbau kepada ayah saat ini?

Usahakan untuk selalu meluangkan waktu

Dalam satu hari, minimal seorang ayah harus memiliki waktu 15 sampai 30 menit untuk berkumpul dan bercengkrama dengan istri dan anak-anaknya. Dalam momen tersebut ayah bisa menanyakan kepada anak tentang kegiatan hari ini dan mengajaknya bermain.

Usahakan menampakan ungkapan sayang

Cobalah sejenak memerhatikan anak, dengan bertanya tentang apa saja kegiatan di sekolah, bagaimana belajarnya, bagaimana teman-temannya. Selain ucapan ferbal, ayah juga bisa memberikan perhatian yang berupa belaian sayang, pelukan hangat, dan penghargaan berupa pujian kepada sang anak ketika dia mencapai sesuatu atau ketika dia sudah bisa melakukan hal yang menunjukan perkembangannya.

Usahakan untuk bisa makan bersama di rumah.

Sebisa mungkin ayah harus meluangkan waktunya untuk selalu bisa makan bersama atau berdoa bersama. Jika malam tidak bisa, maka bisa ketika sarapan pagi. Sebab dengan begitu anak dapat merasakan kehangatan dan kedekatan yang erat antara anggota keluarga. Serasikan antara kesibukan dengan perhatian anak.

Selain harus menyerasikan antara kesibukan dengan perhatian anak.

Ayah juga harus pandai-pandai dalam menjaga kekompakan di depan anak. Ibu dalam hal ini juga harus ikut serta mendukung demi tumbuh kembangnya.

Menikmati masa liburan bersama anak.

Usahakan ketika ayah libur bekerja selalu bersama menemani anak dalam bermain. Dengan begitu anak akan merasa nyaman dan dekat selayaknya bersama ibunya.

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: