Perayaan Kerja Barengan: Pesta Pendidikan Kota Batu 2019

Hampir satu tahun Kampus Guru Cikal bersama dengan Keluarga Kita, Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan dan Inibudi sepakat untuk melakukan kerja barengan melalui Kolaborasi Literasi Bermakna di Kota Batu. Hari Sabtu, 16 November 2019 kami merayakan kerja barengan melalui Pesta Pendidikan Batu 2019, perayaan kerja barengan Kolaborasi Literasi Bermakna-INOVASI, Sekolah Mitra, Dinas Pendidikan Kota Batu serta pemangku kepentingan yang mendukung ekosistem pendidikan yang lebih baik. Peserta yang hadir pun bervariasi dari sekolah mitra dan sekolah non mitra, juga berasal dari Batu, Malang, Lamongan dan Probolinggo.

photo6278447094272469572

Registrasi Pesta Pendidikan Kota Batu sudah dimulai dari jam 08.00 WIB, peserta dipandu untuk merasakan petualangan belajar oleh guru di Pameran Karya Guru. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan juga Mars Kota Batu yang dipandu oleh murid ,SDN Sumberejo 1 Batu Azkia dan Aulia. Doa yang dipanjatkan untuk kelancaran oleh Christabel SD Immanuel dan Al Rafael SD Muhammadiyah 4, turut diaminkan oleh peserta yang hadir.

photo6278423046750579028

“Ya Tuhan, kiranya Engkau membimbing kami semua, guru-guru, orang tua dan juga kami peserta didik sebagai generasi penerus bangsa. Semoga acara ini bisa menjadikan kami pribadi-pribadi yang lebih baik serta memiliki semangat dan sukacita dalam bekerja sama sebagai usaha untuk memajukan pendidikan bagi kota kami dan terlebih lagi bagi bangsa dan negara kami.”

Mengutip sambutan dari Bukik Setiawan sebagai Manajer Program KLB, Silvana sebagai Manajer Program INOVASI Jawa Timur dan dibuka oleh Eny Rachyuningsih sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, sepakat bahwa program yang dijalankan harus berpihak pada anak, untuk pendidikan yang lebih baik di Kota Batu. Penampilan dari murid SDN Junrejo 1, Ghendhis, Kirana dan Nandita membaca surat, puisi dan bernyanyi turut memeriahkan Pesta Pendidikan yang diselenggarakan di Gor Gadjah Mada. 

photo6278447094272469571

Rangkaian kegiatan Pesta Pendidikan berisi cerita praktik baik dalam mengembangkan kompetensi literasi dan numerasi yang sudah terbukti berhasil dilakukan guru penggerak yang diwakilkan oleh Herdy SDN Tlekung 2 dan Nurina SDN Mojorejo 1, orangtua penggerak yang diwakilkan oleh Lina SDN Tulungrejo 3 dan Lisa Anita SDN Tlekung 2 dan dibuktikan oleh murid Hanin, Anjani dan Arga.

photo6237700348693293301 (2)

Herdy SDN Tlekung 2 mengungkapkan bahwa “Program Kolaborasi Literasi Bermakna yang membuat saya tersadar pada pelatihan pertama di bulan Februari 2019, komitmen, mandiri dan refleksi adalah siklus merdeka belajar, namun selama ini ketika ujian saya hanya berfokus terhadap nilai murid, lupa untuk melakukan refleksi. Dulu sering marah ketika murid kelas rendah ribut meski sudah ada peraturan, ternyata ada yang namanya kesepakatan kelas, murid bisa diajak diskusi dan dilibatkan dalam mengelola kelas.”

Nurina SDN Mojorejo 1 bercerita tentang perubahannya “Membuat saya melakukan inovasi terhadap pembelajaran di kelas, saya membuat media ajar literasi dan numerasi untuk murid sendiri atau berkolaborasi bersama rekan guru lainnya, saya mencoba menulis praktik baik dan terbit di Surat Kabar Guru Belajar dan Buku Literasi Menggerakan Negeri, tulisan tersebut mendapat umpan balik dan revisi sebelum terbit. Lalu diberikan kesempatan untuk berbagi praktik baik menjadi pembicara di Temu Pendidik Nusantara 2019”

photo6237700348693293304 (1)

Lina SDN Tulungrejo 3 dan Lisa Anita SDN Tlekung 2 sepakat bahwa setelah mengikuti program dari Keluarga Kita membuat mereka merasa lebih baik dan mengenal diri sendiri terutama emosi yang berkaitan dengan pola pengasuhan yang lebih baik untuk mendukung anak-anak.

photo6237700348693293305 (1)

Hanin mengiyakan perubahan guru Herdy dan orangtua Lisa, yang sebelumnya suka marah berubah menjadi percakapan bermakna dan membuat kesepakatan bersama. Anjani dan Arga bercerita tentang bagaimana menyenangkan saat membuat kesepakatan di kelas dengan bernyanyi mantra pelangi.

Hadir di tengah acara, Walikota Batu Dewanti Rumpoko memberikan apresiasi terhadap progres pendidikan di Kota Batu setelah mendengar cerita perubahan guru, orangtua dan murid serta acara program Kolaborasi Literasi Bermakna mengajarkan bahwa pendidikan bukanlah suatu yang dipaksakan, bukan memaksa anak tapi menggali potensi anak. Pendidikan yang berpihak pada anak.

photo6278423046750579027

Bincang Pendidikan yang menghadirkan narasumber, Bukik Setiawan sebagai Manajer Program KLB, Silvana sebagai Manajer Program INOVASI Jawa Timur, Eny Rachyuningsih sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu dan Nisa Felicia sebagai Direktur PSPK memberikan umpan balik yang menarik terhadap program Kolaborasi Literasi Bermakna dari hasil riset yang dilakukan bahwa guru yang melakukan praktik baik di kelas dan membagikannya kepada sesama guru mampu mendukung kemampuan belajar anak yang lebih baik. Hal ini diharapkan mampu menjadi tonggak agar guru-guru di Batu yang melakukan praktik baik juga terus mau berbagi dan juga melakukan inovasi dan kolaborasi baik dengan rekan guru atau pun pemangku kepentingan lainnya. Mendukung program ini, maka para narasumber dan perwakilan guru menandatangani rencana aksi yang akan dan dapat dilakukan untuk pendidikan di Kota Batu.

photo6237700348693293306 (1)

Pesta Pendidikan Kota Batu 2019 ditutup dengan berkeliling di Pameran Karya Guru, terdapat 37 karya guru yang tersebar di GOR Gadjah Mada yang dipandu oleh guru atau murid serta bisa merasakan petualangan belajar serta diskusi secara langsung. 

photo6237700348693293296 (1)

Mengutip dari wawancara Bukik Setiawan sebagai Manajer Program KLB bahwa manfaatnya perjuangan untuk melakukan pendidikan adalah perjuangan jangka panjang, yang mungkin baru bisa terlihat hasilnya 4-5 tahun mendatang atau lebih. Pesta Pendidikan diharap bisa menjadi penguat juga penanda bahwa kita akan maju lagi tahun depan.

Mungkin Kolaborasi Literasi Bermakna adalah program berdurasi, program yang mungkin belum sempurna dan butuh diperbaiki dari berbagai aspek, namun kami percaya akan ada semangat membara di Kota Batu memilih tetap berdaya dan melanjutkan kolaborasi atau membuat terobosan karya dan inovasi yang baru melalui guru, kepala sekolah dan pengawas serta Dinas Pendidikan. Tanpa ada pintaan dari tim Kolaborasi Literasi Bermakna, kami mendengar teman-teman saat hari libur, tanpa dibayar lembur menginisiasi Temu Pendidik Daerah yang diintegrasikan dengan Kelompok Kerja Guru, menjadi inspirasi bagi sekolah non mitra yang juga ingin punya kegiatan serupa. Kami percaya bahwa program memiliki durasi, sehingga kami memilih untuk mendampingi secara berkelanjutan bagi mereka yang mempunyai kesamaan semangat dan visi melalui Komunitas Guru Belajar daerah.

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: