Perjuangan dan Kesenangan Belajar Temu Pendidik Regional Jawa Timur

Penulis : setobaja | 10 Sep, 2018 | Kategori: Liputan Guru Belajar, Temu Pendidik Daerah

tprjatim1

Apakah bisa kegiatan pengembangan guru dilakukan tanpa iming-iming uang transportasi dan surat penugasan dari dinas atau sekolah? Apa ada guru yang mau ikut kegiatan di hari libur dan jauh dari tempat tinggalnya?

Mungkin dua pertanyaan di atas yang terkadang membuat kita pesimis untuk melakukan kegiatan pelatihan atau pertemuan guru, karena asumsi sebagian orang bahwa guru hanya akan mengikuti pelatihan jika ada uang transportasi dan surat penugasan, guru kurang punya semangat untuk mengembangkan kompetensi dan mengikuti perkembangan dunia pendidikan yang bergerak begitu pesat. Untuk menjawab keraguan itu, komunitas guru belajar mengadakan Temu Pendidik Regional Jawa Timur.

Temu Pendidik Regional Jawa Timur adalah pertemuan tahunan yang mempertemukan pendidik di wilayah Jawa Timur untuk berbagi praktik baik pengajaran, mengembangkan kompetensi, membangun kolaborasi dan merintis karier. Kegiatan ini berawal dari inisiasi Komunitas Guru Belajar Surabaya yang ingin mengadakan “pemanasan” sebelum kegiatan besar tahunan komunitas guru belajar yaitu Temu Pendidik Nusantara 2018. Kegiatan ini terdiri dari 5 sesi, yaitu kelas kemerdekaan, kelas kolaborasi, kelas kompetensi, kelas karier dan acara puncak.

TPRJATIM3

Acara diselenggarakan pada Sabtu, 1 september 2018 di Sekolah Cikal Surabaya, dalam pertemuan ini ada 36 kelas yang dihadiri oleh 180 guru yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Perjuangan mereka untuk mengikuti acara ini sangat besar, selain meluangkan hari libur selama 1 hari untuk belajar bersama, ada 8 orang guru yang harus berangkat jam 04.00 WIB dari rumahnya untuk dapat hadir tepat waktu, dan ada sekitar 15 orang guru dari berbagai daerah yang karena jarak kegiatan yang jauh mereka harus berangkat satu hari sebelum acara dimulai dan sampai di Surabaya jam 23.00 WIB. Mereka berbagi dan bercerita tentang perkembangan Komunitas Guru Belajar di wilayahnya, setelah itu mereka menginap di lokasi acara, tidur di dalam kelas menggunakan kantung tidur bersama-sama. Ya.. Anda tidak salah baca, tidur di dalam kelas menggunakan kantung tidur bersama rekan guru merdeka belajar lainnya.

Kenapa merdeka belajar? Karena para guru tahu tujuan mengikuti Temu Pendidik Regional. Mereka sadar bahwa dalam kegiatan ini mereka akan bertemu rekan-rekan guru lainnya yang memiiki semangat belajar internal, bukan dari pihak eksternal yang memaksa mereka untuk hadir. Para guru mandiri terhadap cara, tidak tergantung keadaan atau fasilitas yang disiapkan. Mereka juga memiliki pilihan, bukan hanya sebagai peserta, namun beberapa dari mereka juga menjadi narasumber dari kegiatan ini, mereka tidak hanya disodorkan kelas-kelas apa saja yang harus mereka harus ikuti, tapi mereka bisa memilih topik apa yang mereka anggap sesuai dengan kebutuhan,

Dan setelah mengikuti acara ini, mereka berkomitmen untuk membagikan semangat dan pengetahuan yang mereka dapatkan ke rekan di komunitas guru belajar daerahnya sambil berefleksi.

gbn

Acara ditutup oleh penampilan “GBN”, singkatan dari Guru Bisa Nge-band yang anggotanya adalah anggota Komunitas Guru Belajar Surabaya, mereka membawakan beberapa lagu bertema pendidikan, para peserta bahkan sampai beranjak dari tempat duduknya dan berkumpul di depan panggung, untuk ikut bernyanyi bersama.

Kegiatan ini menjawab keraguan tentang guru belajar. Ternyata motivasi internal itu lebih kuat dan abadi dari iming-iming yang tanpa disadari meracuni dan merusak kesenangan yang kita dapatkan dari proses belajar, ternyata belajar itu bukan hanya dari para ahli yang terkadang tidak menginjakkan kaki di kelas seperti para guru, tapi rekan seperjuangan yang memiliki semangat yang sama untuk perbaikan pendidikan yang dapat menjaga api semangat untuk terus belajar sepanjang hayat.

About the Author

One thought on “Perjuangan dan Kesenangan Belajar Temu Pendidik Regional Jawa Timur”

Leave a Reply

%d bloggers like this: