Persiapkan Karier Murid Disabilitas di Masa Depan lewat Pelatihan Pemetaan Potensi ABK Yogyakarta

Penulis : Winda Dyah Uningrumjati | 13 Oct, 2019 | Kategori: Pelatihan guru, Program Pengembangan Guru

Hermawan, Penyandang Disabilitas Grahita asal Solo Jawa Tengah, pasca lulus SMALB 2 tahun lalu merasa bingung dengan arah karir nya. Pasca lulus ia masih datang ke Sekolah untuk sekedar main. Sudah tidak tercatat sebagai murid di sekolah, aktifitas Hermawan hanya duduk-duduk di halaman sekolah. Hingga tiba waktu pulang, Hermawan akan ikut pulang bersama  murid lain.

Cerita tersebut tidak hanya dialami oleh Hermawan, tetapi juga dialami sebagian besar murid disabilitas di Indonesia. Pasca lulus di jenjang Sekolah Menengah Atas, sebagian besar anak dan orangtua bingung apa yang harus dilakukan, mau diarahkan kemana karier si anak kedepan. Berangkat dari permasalahan tersebut, Kampus Guru Cikal  bekerja sama dengan Nusantarun menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Murid Penyandang Disabilitas.

Acara yang berlangsung di LPP Hotel tersebut diikuti oleh 40 peserta yang berlatar belakang guru SMALB, Guru BK SMA inklusi dan Guru BK Sekolah reguler. Pelatihan ini adalah rangkaian Acara Pengembangan Murid Penyandang Disabilitas Jateng & DIY. Pelatihan yang berlangsung selama 3 hari ini (27-29  Agustus 2019) bertujuan untuk peserta memiliki persepsi yang sama mengenai tujuan pendidikan inklusi, dan mampu melakukan asesmen untuk mengetahui arah karier ABK. Sehingga kedepan guru mampu memetakan potensi peserta didik dan membantu peserta didik penyandang disabilitas untuk menentukan arah kariernya. Ada 4 pelatih yang memberikan materi pada pelatihan ini, Dina Febrina Ekasari, Yulita Patricia Semet dan Amalia Jiandra dan Budi Setiawan.

Acara pelatihan ini diawali dengan sesi Pesta Permen. Sesi ini bertujuan sebagai sesi perkenalan antar peserta. Setelah sesi perkenalan,  Pelatih Budi Setiawan mengawali sesi pelatihan dengan memberikan gambaran dan alur secara keseluruhan tentang Program Pengembangan Murid Penyandang Disabilitas serta menjelaskan tentang Kampus Guru Cikal. Pelatih Budi menjelaskan, Program ini merupakan program yang sumber dananya berasal dari masyarakat yang digalang oleh pelari Nusantarun. Sumber dana ini digunakan untuk pengembangan murid penyandang disabilitas Jateng & DIY.

Sesi selanjutnya diisi materi orientasi pelatihan oleh Pelatih Dina Febriana. Selanjutnya, peserta diminta untuk mengisi kolom S, I dan P.  Berikutnya peserta dijelaskan tentang tujuan dan alur pelatihan, sebelum akhirnya sesi ini ditutup dengan menyepakati kesepakatan bersama tentang apa yang dapat dilakukan agar pelatihan berjalan secara lancar.

Pada Sesi Keberagaman Karakteristik ABK, Pelatihan diawali dengan menebak profesi orang dengan kebutuhan khusus dari fotonya (tuna daksa, tuna rungu) lalu berdiskusi dengan tantangan yang dialami oleh orang tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Materi Keragaman karakteristik disampaikan melalui pemainan kartu. Peserta nampak antusias dengan permainan kartu yang diberikan oleh pelatih.

Sesi selanjutnya adalah sesi Miskonsepsi Pendidikan Inklusi. Dalam Sesi ini, pelatih Dina mengorek tajam mengenai salah kaprah pendidikan inklusi yang selama ini menjadi opini masyarakat.

Hari ketiga, peserta materi diberi materi tentang Prinsip, Tujuan dan Asas asesmen. Tujuan dari penyampaian materi ini adalah diharapkan guru dapat memetakan potensi murid disabilitas. Materi ini dilanjutkan dengan materi Ragam Asesmen yang disampaikan oleh Pelatih Dina. Melalui pasangan janji yang di jam tertentu, awalnya peserta diminta untuk berdiskusi menggunakan kegiatan think-pair-share tentang asesmen sumatif dan formatif. Beberapa peserta diminta untuk berbagi pendapat hasil diskusinya. Lalu peserta diberikan penjelasan tentang asesmen untuk, terhadap dan sebagai proses belajar. Dari penjelasan tersebut, peserta lalu diajak melakukan kegiatan simulasi tentang 3 kegiatan yang berbeda. Untuk kegiatan ini peserta dibagi menjadi tiga kelompok. Setelah simulasi, peserta diminta untuk menentukan jenis asesmen mana yang dapat dilakukan dari masing-masing kegiatan, sesuai dengan karakteristik asesmen yang telah dijabarkan

Sesi selanjutnya adalah praktik pembuatan asesmen. Pembuatan Asesmen ini bertujuan agar peserta dapat memetakan potensi peserta didiknya. Nantinya, hasil asesmen ini akan dijadikan acuan untuk membantu peserta didik menentukan arah kariernya.

Pelatihan ini disambut baik oleh peserta. “Alhamdulillah…terima untuk pelatihan yang asyik dari tim Kampus Guru Cikal. Materi yang menarik jadi semakin menyenangkan dibungkus dengan games yang seru. InsyaAllah sangat bermanfaat bagi saya.” Ujar Amelia, peserta pelatihan yang berasal dari SLBN Pembina Yogyakarta. Sejalan dengan pendapat Amelia, Fatrik Marandau, guru SMA Tumbuh mengatakan “Terimakasih kampus Guru Cikal sudah memperlengkapi kami dengan pemahaman yang semakin lengkap dan keterampilan yang baru, untuk kami dapat semakin efektif mendampingi anak-anak. Sukses untuk Bapak Ibu semua. Sukses juga untuk Kampus Guru Cikal. Mari terus tebarkan kebaikan kepada anak-anak kita! Terimakasih”

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: