Strategi PJJ dengan Coaching

Penulis : Wati Marwati | 2 Sep, 2020 | Kategori: Bandung, Liputan Guru Belajar, Temu Pendidik Daerah

Sudah berbulan-bulan sekolah di Indonesia melakukan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Akibat pandemi yang terjadi berdampak pada berbagai aspek termasuk ke bidang pendidikan. Hal ini bukan sesuatu yang mudah bagi guru, bagi anak dan bagi orang tua.

Situasi dan kondisi antara rumah dan sekolah yang berbeda tentunya sangat mempengaruhi mood murid dan tidak semua murid memiliki device yang mumpuni, sehingga menjalin kerjasama dengan orang tua menjadi coach yang sinergi menjadi kunci keberhasilan dalam pengembangan anak, orang tua dan guru harus menjadi partner. Lalu bagaimana peran pendidik dan orang tua terutama saat PJJ? Untuk itu pada kegiatan temu pendidik daerah kali ini akan mencoba mengupas tentang bagaimana peran guru dan orang tua dalam mengembangkan anak. Tema yang diangkat adalah “Teachers and Parents as Coaches” dimana yang menjadi narasumbernya adalah Mharta Adji Wardana, beliau aktif dalam dunia pendidikan dan pengajaran serta pengembangan karakter.\

PJJ dengan Coaching

Sebagai pembuka narasumber memberikan pernyataan tentang apa arti ‘Coach’ itu sendiri adalah seseorang yang mendampingi coachee nya untuk berkembang lebih baik lagi. Lalu kenapa dihubungkan dengan pendidikan? karena pada hakikatnya pendidikan sendiri adalah membawa seseorang untuk lebih beradab karena pendidikan itu sendiri adalah membawa orang menjadi lebih baik lagi dari waktu ke waktu.

Saat ini dunia berubah secara eksponensial, sehingga tantangan saat ini untuk para pendidik adalah pendidik harus segera berbenah meningkatkan kualitasnya mengingat sekarang kita melakukan pembelajaran jarak jauh dimana pendidikan sudah berubah ke era digital dan mau tidak mau guru adalah elemen utama dalam dunia pendidikan, sehingga guru harus meninjau ulang pada diri masing-masing apa performa yang harus ditingkatkan? Bisakah kita mempertahankan kualitas kita saat mengajar langsung dengan saat kita mengajar daring?

download rpp merdeka belajar

PJJ ini menjadi momentum bagaimana kita untuk bisa membuat pembelajaran yang berpusat pada murid dan tugas kita memfasilitasi murid untuk tahu tentang bagaimana cara belajar, membangun motivasi intrinsik anak agar tidak selalu bergantung kepada guru dan anak diharapkan menjadi pembelajar mandiri. Jika anak masih tergantung pada guru berarti motivasi intrinsik anak belum tersentuh, untuk itu penting untuk menguatkan anak bahwa dia punya kehebatan/kemampuan. Saat ini pendidikan menggunakan teknologi dijadikan teman untuk murid belajar, sehingga guru harus dapat membuat sebuah kualitas konten pembelajaran jarak jauh.

Konten (kualitas pengajaran/materi) dan motivasi belajar mengajar saat PJJ memiliki porsi 50:50. Sebelum masuk ke konten yang perlu kita benahi adalah paradigma kita tentang kesediaan kita untuk berperforma lebih baik lagi sebagai pengajar yaitu paradigma inside out bukan outside in.

PJJ Daring membutuhkan platform, maka kegiatan yang dapat dilakukan seperti:

  • Video Conference
  • Dubbing Video Materi Pelajaran
  • Share Slide Materi
  • Live Whiteboarding
  • Open -ended question/project/portfolio

Kegiatan saat ini harus mulai bergerak ke arah open-ended question/project/portfolio dimana anak melakukan sesuatu dalam jangka waktu tertentu. Materi dikemas dalam sebuah tugas dimana indikatornya dapat tercapai semua melalui hasil karya murid, dimana hasilnya tidak akan sama, murid berkreasi sendiri.

Makna coaching sendiri adalah :

  • Mengarahkan murid melalui pertanyaan ‘What do you want?’ (bukan directing). Sehingga tugas kita adalah mendampingi/menampung untuk menggerakkan, kita bukan mengarahkan anak maunya kemana, kata kuncinya adalah pertanyaan.
  • Coach berorientasi pada kebahagiaan dan ketenangan hati sang coachee untuk terus berkembang sesuai dengan resources yang ia miliki.

Teachers and parent as a coach

Prinsip coaching:

1. Bangun kedekatan :
Setelah kita bangun kedekatan kita bisa memberikan follow up, sebisa mungkin anak merasa nyaman. Jika anak masih pasif biasanya karena anak belum merasa percaya. Bisa dilakukan dengan pendekatan secara personal
2. Berikan pertanyaan yang berorientasi pada penggalian potensi anak kita Penggalian potensi dengan memberikan banyak pertanyaan terbuka dan provokatif yang memancing murid untuk berpikir kritis.
3. Hibur dan semangati

Strategi PJJ dengan coaching

Narasumber menceritakan sebuah kisah nyata tentang perjuangan dan dedikasi dari seorang yang bernama Dasrath Mnadji dan hikmah yang dapat dapat diambil dari kisah Dasrath Manji tersebut adalah dedikasi dan semangat yang tinggi untuk berkontribusi (purpose of life), sehingga kisah ini dapat kita jadikan acuan dalam mendidik yaitu ‘Educating with purpose’ (mendidik murid dengan tujuan mulia), untuk itu kita dapat mulai mencobanya dengan membuat purpose statement yang diawali dengan tiga pertanyaan:

1. (ACTION) Hal menyenangkan apa yang akan Anda lakukan ?

Misalnya :

  • Membuat video pengajaran
  • Mengajar dengan semangat dan keceriaan
  • Melakukan penelitian

2. (PEOPLE) Kepada siapa anda ingin memberi manfaat sebesar besarnya ?

Misalnya :

  • Anak saya
  • Murid-murid saya
  • Institusi saya

3. (HELPING) Jika Anda memiliki kekuatan lebih, apa yang akan Anda lakukan untuk membantu orang lain ?

Misalnya :

  • Mengembangkan
  • Memajukan
  • Memberdayakan

Lalu buatlah purpose statement itu dalam rangkaian sebuah kalimat, seperti:

“Dalam upaya menjadi pendidik terbaik saya ingin mengembangkan, memajukan, memberdayakan anak saya, murid-murid saya, dan institusi saya dengan membuat video pengajaran, mengajar dengan semangat dan penuh keceriaan, dan melakukan penelitian sebaik mungkin”

Harapannya dengan kita membuat purpose statement ini kita ingat apa yang kita punya, sesuai dengan habbit 2 (begin with the end in mind), sebagai pengajar kita tahu bahwa apa yang kita tuju itu apa? Saat kita ingat purpose kita, maka kita akan punya dorongan yang lebih kuat untuk meningkatkan kualitas performa di tempat masing-masing.

Di sesi akhir sharing TPD kali ini, narasumber memberikan sebuah kutipan yang memberikan semangat bagi kita para pengajar agar terus selalu berusaha lebih baik, “Selagi kita masih dimampukan untuk olah pikir dan olah rasa kembangkan pemikiran dan lakukan kebaikan semaksimal mungkin kita bisa, meski dihadapkan dengan rintangan dan kendala jangan sekali kali kita berputus asa karena Tuhan sangat bangga melihat kita terus berjuang dan berusaha, karena kita ditugaskan oleh Tuhan menjadi pelopor mengembangkan murid sehingga kita bisa maksimal selama kita bisa.”

Ingin mengikuti pelatihan Merancang Pembelajaran Jarak Jauh?

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: