Siap AN, Siap Berubah?

Penulis : Elisabet Indah Susanti | 1 Apr, 2021 | Kategori: Asesmen, Asesmen Nasional, Merdeka Belajar

Tidak dapat dipungkiri bahwa keputusan penghapusan Ujian Nasional dan penetapan Asesmen Nasional (AN) memicu tumbuhnya kegelisahan, kekhawatiran dan pertanyaan dari guru dan sekolah/madrasah.

Hasil survey yang dilakukan Kampus Guru Cikal terkait kesiapan guru dalam pelaksanaan AN, menampilkan sejumlah data. Dari data tersebut diketahui bahwa 67% guru telah memahami tujuan asesmen nasional, 70% menyatakan telah paham perbedaan antara Ujian Nasional dan Asesmen Nasional, 50% guru menjawab telah memahami manfaat laporan hasil Asesmen Nasional, dan 60% menyatakan telah paham apa yang dinilai melalui Asesmen Nasional. 

Meskipun demikian, dari data survey juga diketahui bahwa 56% dari responden masih memiliki kekhawatiran terkait AN. Guru khawatir murid tidak dapat melakukan Asesmen Nasional dengan baik, khawatir murid menyepelekan pembelajaran karena hanya fokus pada asesmen literasi dan numerasi, khawatir murid tidak mampu  mencapai level kompetensi yang diharapkan, khawatir akan masih banyak guru yang mengejar nilai, khawatir karena murid selama ini belum berlatih bernalar dan tidak terbiasa dengan soal-soal Higher Order Thinking Skills, serta khawatir dengan rapor AN yang akan diterima sekolah.

Siap AN, Siap Berubah

Kekhawatiran itu pula yang mendorong sekolah-sekolah gencar melakukan tryout AN, drilling soal AKM untuk siap menghadapi AN. Guru kembali terjebak dalam malpraktik pembelajaran dalam melakukan persiapan menghadapi asesmen nasional. Kemudian muncul pertanyaan lagi. Jika drilling soal tidak diperlukan untuk persiapan AN, lalu apa yang sekolah harus lakukan? Bagaimana dengan buku latihan soal dan bimbel yang sudah disediakan? Jika tidak ada jam tambahan, itu artinya murid tanpa persiapan? Bagaimana nanti nilainya? Katanya AN terkait literasi dan numerasi. Bukankah tugas guru bahasa dan matematika yang menghadapi? Lalu apakah pelajaran yang lain masih dianggap penting oleh murid? 

Baca Juga: Jurus Jitu Lulus Asesmen Nasional

Kegelisahan dan pertanyaan tersebut jika diperhatikan masih menunjukan adanya miskonsepsi terhadap pelaksanaan AN secara khusus, sekaligus miskonsepsi terhadap belajar secara umum. Kekhawatiran yang ditunjukan dari survey, membebankan pelaksanaan dan hasil AN pada pundak murid, sebagai penentu kualitas pendidikan. Kekhawatiran dan pertanyaan tersebut juga memberikan gambaran miskonsepsi belajar secara umum yang yang berorientasi pada target penguasaan materi bukan kompetensi, serta asesmen yang terlalu berorientasi pada asesmen sumatif sehingga semua penilaian berupa skor digunakan untuk menentukan nilai akhir.

Sudah seharusnya pemahaman dan kesiapan menghadapi AN dibarengi dengan perubahan paradigma guru mengenai konsep belajar dan asesmen. Bukik Setiawan, ketua Yayasan Guru Belajar mengatakan “Ada perbedaan nyata pada konsep baru tapi tidak akan bermakna bila pemahaman lama yang digunakan untuk memahami konsep baru”. Memahami Asesmen Nasional berarti memahami perubahan untuk peningkatan kualitas pembelajaran mulai dari kelas masing-masing dimana guru sebagai kuncinya.

Sebagai respon terhadap keadaan ini Kampus Guru Cikal menginisiasi program  Siap AN, Siap Berubah yang diluncurkan pada Jumat, 26 Maret 2021. Elisabet Indah Susanti, Ketua Kampus Guru Cikal menjelaskan, “Program ini dirancang untuk membantu kepala sekolah dan guru menerapkan strategi pembelajaran berbasis kompetensi untuk peningkatan kualitas pembelajaran, membantu kepala sekolah dan guru menerapkan berbagai strategi asesmen untuk  mendukung pencapaian kompetensi murid, serta membantu kepala sekolah dan guru mengintegrasikan kompetensi literasi dan numerasi dalam pembelajaran dan asesmen.”

“Melalui program ini diharapkan guru mampu meninggalkan miskonsepsi dan membangun paradigma baru mengenai konsep belajar dan asesmen yang lebih berorientasi pada perkembangan kompetensi murid” lanjutnya.

Program Siap AN, Siap Berubah – Kampus Guru Cikal ingin memberikan dampak seluas-luasnya pada guru dan kepala sekolah di seluruh Nusantara. Untuk itu progam Siap AN, Siap Berubah disediakan dalam beberapa bentuk menu belajar yang bisa dipilih oleh kepala sekolah dan guru, baik secara perorangan maupun kolektif. Menu belajar  yang disediakan terdiri dari; menu Merdeka, dimana kepala sekolah dan guru bebas memilih program dari kurikulum yang disediakan sesuai kebutuhan masing-masing; menu Kompetensi, dimana kepala sekolah dan guru secara perorangan dapat mengikuti paket kurikulum belajar secara lengkap dengan harga promo; serta Paket Beasiswa Sekolah yang bisa diadakan secara kolektif untuk guru dan kepala sekolah.

Bukik Setiawan menambahkan, “Tidak ada kenyamanan dalam perubahan. Semua perubahan menuntut kita meninggalkan zona nyaman dan masuk pada zona belajar. Siapkah kita?”

Salam Hangat,

Ketua Kampus Guru Cikal
Elisabet Indah Susanti

Ingin mengikuti program Siap AN, Siap Berubah?
Klik tombol di bawah ini

About the Author

3 thoughts on “Siap AN, Siap Berubah?”

Leave a Reply

%d bloggers like this: