Solusi Pembelajaran Jarak Jauh

Melihat kebingungan terkait solusi Pembelajaran Jarak Jauh, KGB Pekalongan menyelenggarakan TPD dengan topik PJJ, Aduh. Bagaimana solusinya?. Temu Pendidik Daerah (TPD) Daring 44 ini dilaksanakan secara daring pada hari Rabu, 1 Juli 2020 pukul 19.30 – 21.00 WIB di Grup Whatsapp. Dengan narasumber Guru Musyafiah KGB Pekalongan, SMKN 1 Karangdadap dan moderator Guru Niken Emiria Faradelia KGB Pekalongan, SMA N 1 Kajen, dan Guru Zienaat Rif’aty sebagai reporter. 

Solusi Pembelajaran Jarak Jauh

Kebutuhan Psikologis Murid

Narasumber memulai diskusi dengan mengajak peserta untuk masuk dan voting ke mentimeter. Kemudian mempelajari materi yang disampaikan narasumber. Banyak peserta diskusi yang sudah mengerti esensi pembelajaran jarak jauh yang fokus pada kebutuhan psikologis murid, dll. Kaitannya dengan miskonsepsi Pembelajaran jarak jauh, berdasarkan jawaban dari peserta diskusi, banyak yang sudah tahu bahwa pembelajaran tidak hanya memberikan tugas, pembelajaran jarak jauh tak harus online. 

SESI TANYA JAWAB

Termin Pertama

Pak Wahyu

Pertanyaan

1. Apakah murid yang Bu Fiah semuanya memiliki hp?

2. Jika tidak memiliki semuanya, bagaimana pembelajaran yang dilakukan untuk murid yang tidak memiliki HP?

3. Jika punya semua, mungkin punya tips bagaimana pembelajaran jarak jauh yang bisa dilakukan apabila beberapa murid tidak memiliki HP

Jawaban

1. Mayoritas murid saya memiliki HP. Kebetulan ketika pembelajaran jarak jauh kemarin saya hanya mengajar 2 kelas. Dari total murid (72), yang tidak punya HP hanya 1-2. Dalam perjalanan pembelajaran jarak jauh selama kurang lebih 3 bulan, ada yang HP nya rusak/ hilang, jumlahnya sedikit. hanya 1-2 

2. pembelajaran jarak jauh lalu, murid yang tidak memiliki HP menyusul tugasnya saat menjelang ulangan semester. Hanya ada satu murid yang tidak memiliki HP hingga akhir semester. 

3. Berdasarkan yang saya pelajari dari berbagai diskusi TPD dan kurikulum sekolah lawan Corona. Bagi murid yang tidak memiliki HP, guru inisiatif untuk mengunjungi rumah muridnya kemudian memberikan rangkaian kegiatan selama satu minggu. Atau pun memberikan rangkaian kegiatan bermakna dengan melihat TV atau mendengar siaran radio. 

Bu Dias

Pertanyaan

Bagaimana teknik berkomunikasi dengan orang tua murid agar bisa ikut mendukung proses pembelajaran jarak jauh?

Jawaban

Sebenarnya saya bukan termasuk orang yang mudah membangun komunikasi. Saya masih harus banyak belajar dari teman-teman tentang cara membangun komunikasi yang efektif. Kalau yang saya lakukan dengan murid saya (ini terutama anak wali), saya membangun obrolan tentang dampak corona terhadap pekerjaan mereka dan apa kendala yang dialami anak atau orang tua dalam mendampingi anaknya belajar. Ini saya lakukan via WA. juga membuat WAG Wali Murid. mungkin di beberapa sekolah sudah umum ya, seperti sekolah anak saya. Namun, di sekolah saya sepertinya belum sampai kesitu. ketika saya membuat WAG ini membernya cuma 10. karena kebanyakan tidak punya HP/WA. Namun, dengan media ini, saya bisa mengkomunikasikan agenda-agenda sekolah. untuk kendala dan dampak corona lebih via japri. Jadi saya memulai membudayakan  komunikasi dengan orang tua. Jika belum bisa mengikuti ig keluarga kita atau sesi keluarga kita di sekolah.mu dan pelatihan sekolah lawan corona untuk lebih lanjutnya

Bu Nia

Pertanyaan

Adab, ilmu, amal. Yang saya tahu itu harus urut. Kaitannya dengan pembelajaran jarak jauh, kita belum tahu nih apakah murid juga gurunya ketika online dalam keadaan  glusar-glusur on the bed belum mandi atau sudah berpakaian rapi dan beradab. Nah bagaimana esensi dalam hal ini ya, mengutamakan adab. Benarkah pembelajaran jarak jauh akan selalu menjadi solusinya? (Refleksi kegelisahan dengan sikap-sikap murid secara umumnya yang seperti itu sama gurunya, maksudnya sudah jadi  rahasia umum)

Jawaban

Berbicara tentang perilaku atau kebiasaan murid selama pembelajaran jarak jauh, memang kita sebagai guru tidak memiliki kendali penuh akan itu. Oleh karena itu, penting untuk melibatkan orang tua yang merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Berbicara tentang pembelajaran jarak jauh adalah solusi. pembelajaran jarak jauh bukanlah solusi untuk segala masalah pendidikan. Namun, pembelajaran jarak jauh adalah hal terkecil yang bisa guru lakukan untuk tidak menyerah terhadap keadaan. Karena kita tidak tahu kapan corona akan berakhir. Menjadi pilihan kita untuk menyerah kepada keadaan atau bergerak, beradaptasi dengan kondisi. 

Baca Juga: Sekolah Lawan Corona

Termin Kedua

Bu Eki 

Pertanyaan 

1. pembelajaran jarak jauh itu RPP nya sama tidak dengan RPP Tatap muka biasa? 

2. Biasanya ketika tatap muka, saya mengandalkan media boardgame agar murid lebih bersemangat dan interaktif. Dengan pembelajaran jarak jauh, bagi saya menjadi kurang helpful. Adakah rekomendasi media yang cocok digunakan di segala keadaan? 

Jawaban

1. Esensi RPP tatap muka dan daring sebenarnya sama. Mencakup tujuan, asesmen dan strategi pembelajaran. Perbedaannya pada strategi atau langkah-langkah pembelajaran yang perlu disesuaikan dengan kondisi. Untuk tujuan dan asesmen juga hendaknya lebih disederhanakan, tidak semata mengejar materi. tapi lebih memberdayakan konteks. dalam asesmen juga perlu memberikan keleluasaan waktu dan pilihan jenisnya. Lebih lanjut bisa, melihat referensi RPP Daring di “Guru Berbagi”

2. Sama dengan pernyataan bahwa tidak ada strategi yang sempurna, tidak ada juga media yang sempurna yang cocok digunakan di segala keadaan. Harus menyesuaikan dengan kompetensi yang ingin dicapai. Sebagai referensi, bisa melihat berbagai contoh pembelajaran jarak jauh yang sudah launching di YouTube sekolah.mu nggih.

Bu Niken 

Pertanyaan

Di infografis disebutkan salah satu miskonsepsi pembelajaran jarak jauh adalah dilaksanakan secara online atau daring. Nah kalau itu miskonsepsi yang benarnya yang seperti apa Bu?

Jawaban

pembelajaran jarak jauh bisa dilakukan meskipun tanpa koneksi internet. Salah satu contohnya yang dilakukan Pak Iwan KGB Bandung. Beliau melakukan kunjungan ke murid melalui program guru kunjung, atau yang dilakukan salah satu guru di Paninggaran, Bu Vika Inayati. Contoh lain, misalnya dengan membuat kelompok belajar antara murid yang rumahnya dekat (tapi dengan cara tidak berkerumun, misalnya maksimal 3/4). Semua ‘obat nya bisa diperoleh jika kita sudah memetakan kondisi murid di awal.

Bu Rayinda

Pertanyaan

Selama pembelajaran jarak jauh bagaimana kira-kira seorang guru bisa mendukung gerakan pendidikan karakter selama mengajar dari rumah? Apakah masih perlu kita sebagai guru menanamkan gerakan penguatan pendidikan karakter selama murid di rumah? Kalau iya, ada saran caranya? 

Jawaban 

Pendidikan karakter saat pembelajaran jarak jauh memang tantangan tersendiri ya Bu. pelajaran tatap muka saja, terkadang saya kewalahan mendampingi murid-murid. Dengan kondisi ini, kita dipaksa untuk “mengembalikan keluarga/orang tua ke khittah-nya” yakni tempat pertama dan utama berlangsungnya pendidikan. Lembaga pendidikan hanyalah opsi, bukan kewajiban. Oleh karenanya, perlu banget membangun hubungan yang baik dan melibatkan orang tua. Bicara perlu atau tidak, jelas sangat perlu Bu. Sementara ini yang bisa saya lakukan adalah membangun percakapan di grup kelas, atau kadang-kadang japri mereka. Rencana dari dulu mau video call juga, tapi belum terealisasi sampai sekarang.

Kalimat Penutup

pembelajaran jarak jauh mungkin bukan solusi terbaik, tetapi pembelajaran jarak jauh yang bermakna adalah hal terkecil yang  bisa guru lakukan untuk tidak menyerah terhadap keadaan. pembelajaran jarak jauh memang penuh tantangan. Namun, tugas kita lah untuk terus adaptif dan membangun komunikasi berkelanjutan dengan semua pihak untuk membantu murid belajar. Saat ini pembelajaran jarak jauh lah yang bisa kita lakukan. Gerakan sekecil apapun akan sangat berarti di masa pandemi ini. Kue talam dimakan Song Joong Ki. Selamat malam, sampai jumpa lagi.

About the Author

2 thoughts on “Solusi Pembelajaran Jarak Jauh”

Leave a Reply

%d bloggers like this: