Tentang Kami

23 Jul, 2018

Cerita Kami
Kampus Guru Cikal berawal dari divisi pelatihan yang melatih guru Sekolah Cikal yang kemudian memperluas cakupan pelatihan ke guru secara umum. Kami pernah meluncurkan program pelatihan berbeasiswa untuk para guru tapi kurang mendapat tanggapan yang memadai. Tantangan tersebut kami pelajari sehingga kami menyimpulkan penyebabnya adalah 5 Salah Kaprah Guru Belajar:

  1. Guru Belajar kalau mendapat insentif atau instruksi
  2. Guru Belajar hanya dari ahli
  3. Guru Belajar bisa langsung berhasil
  4. Guru Belajar meniru cara mengajar
  5. Guru Belajar bisa sendirian

Kami berjuang mendobrak salah kaprah tersebut dengan menginisiasi Komunitas Guru Belajar yang berawal dari 8 daerah dan kini telah berkembang di 145 daerah. Komunitas Guru Belajar menunjukkan bukti bahwa guru belajar dimana saja mulai dari aplikasi online, ruang kelas, rumah, kafe, taman bahkan di alun-alun; bahwa guru belajar bisa bersama siapa saja mulai dari kepala sekolah, sesama guru hingga belajar dari profesi lain seperti pendongeng, penulis, fotografer, atau desainer; bahwa guru belajar bisa kapan saja mulai di hari kerja maupun hari libur; bahwa guru belajar butuh kesempatan gagal berulangkali sebelum berhasil; bahwa guru belajar perlu sadar mengapa mengajar sebelum belajar cara mengajar; dan bahwa guru belajar butuh berkomunitas.

Kami saat ini menyebut diri sebagai lembaga pengembangan karier guru yang percaya guru dengan kemerdekaan belajar adalah kunci perubahan pendidikan untuk mewujudkan pelajar yang kompeten, ekosistem pendidikan yang kolaboratif dan Indonesia yang demokratis. Kami percaya bahwa pengembangan guru tidak hanya sebatas pengembangan kompetensinya. Pengembangan guru secara utuh melibatkan 4 kunci: (1) Kemerdekaan; (2) Kompetensi; (3) Kolaborasi; (4) Karier yang mengarah pada Cita-cita guru sebagai pusatnya.

Kami percaya guru belajar adalah kunci perubahan pendidikan di Indonesia karena guru yang berinteraksi dan berdampak nyata terhadap tumbuh kembang anak Indonesia. Cita-cita kami, 1 juta anak Indonesia terkena dampak positif dari guru belajar pada tahun 2038.

Kata Guru
Komunitas Guru Belajar itu bagi saya seperti menemukan oase di padang pasir. Selalu memberikan inspirasi, kekuatan, dan semangat dalam mendidik anak-anak bangsa. Banyak hal-hal positif dan praktik cerdas pengajaran yang saya dapatkan dari teman-teman Komunitas Guru Belajar Nusantara yang bisa saya terapkan di kelas, dan saya tularkan kembali ke teman-teman Komunitas Guru Belajar di daerah.

Juliawati
Tempat mengajar SDN 8 Sanggau
Penggerak Komunitas Guru Belajar Sanggau

Banyak guru-guru baik dengan kebiasaan baik pengajaran tapi tidak saling mengenal. Di Komunitas Guru Belajar, guru-guru dari lintas jenjang tersebut saling mengenal, berbagi, menginspirasi dan berkolaborasi.

Daru Kuswanta
Guru di SMKN 2 Purwokerto
Penggerak Komunitas Guru Belajar Purwokerto

Komunitas Guru Belajar bagi saya seperti menemukan tempat saya untuk bercengkrama, berdiskusi dan bertukar pikiran berkaitan dengan proses belajar mengajar. Masuk ke KGB mendorong saya untuk bereksperimen yang hasilnya kelak saya bagikan. Meskipun yang saya bagikan bukan praktik cerdas tapi lebih tepat disebut praktek coba-coba, saya senang ada yang mengapresiasi. Komunitas Guru Belajar adalah kelas besar saya untuk belajar dan menemukan banyak hal baru.

Iwan Ardhie Priyana
Guru di SMP Negeri 1 Nagreg & SMP YP 17 Nagreg
Penggerak Komunitas Guru Belajar Kabupaten Bandung

Saya percaya, keyakinan yang salah ini juga berkembang di banyak tempat, lembaga pendidikan salah satunya. Kita hanya punya martil untuk semua jenis pekerjaan. Tidak mengherankan, di banyak tempat, tumbuh subur praktik mengajar hanya dengan satu cara, metode atau praktik, digunakan turun temurun. Di Komunitas Guru Belajar, kami belajar praktik cerdas mengajar dari banyak sumber sesuai dengan masalah dan kebutuhan peserta didik.

Usman Djabbar
Guru di SMAN 20 Gowa
Penggerak Komunitas Guru Belajar Makassar

Pengalaman yang sangat menyenangkan ketika bergabung di Komunitas Guru Belajar (KGB) Kota Palu. Ada dua hal yang membuat komunitas ini membangkitkan semangat belajar para guru yang ada di Kota Palu. Pertama, saya menemukan sahabat baru di setiap Temu Pendidik. Kedua, materi Temu Pendidik selalu menarik sehingga menambah wawasan dalam mengembangkan metode belajar di kelas.

Salam Penggerak Komunitas Belajar (KGB) Kota Palu

Mufrianda
Guru PAI SMAN 2 Palu
Penggerak Komunitas Guru Belajar Palu

Cara Kami Belajar
Kami tidak percaya guru berkembang hanya dengan mengikuti pelatihan. Pelatihan hanyalah salah satu fase dari siklus guru belajar secara utuh. Tidak ada keajaiban dalam perubahan diri guru. Guru butuh mengikuti 4 fase siklus guru belajar yang mengeliling proses refleksi sebagai pusatnya.

Penemuan Inspirasi (Discovery)
Guru mencari dan menemukan inspirasi tentang mengapa perlu belajar, apa topik yang ingin dipelajari dan bagaimana cara belajar yang efektif. Pada fase ini, guru dapat mengikuti Temu Pendidik Mingguan (daring – online), Temu Pendidik Bulanan (daring – online), Temu Pendidik Daerah setiap dua bulan (luring – offline), Surat Kabar Guru Belajar yang terbit setiap dua bulan dan berbagai konten menarik di media sosial Kampus Guru Cikal dan Komunitas Guru Belajar.

Penalaran Konsep (Dialectic)
Guru melakukan aktivitas belajar terstruktur dalam bentuk pelatihan untuk mendapatkan pemahaman dan menguasai suatu kompetensi. Dalam pelatihan, pelatih akan memandu peserta menemukan cara-cara yang sesuai dengan konteks, sumber daya yang tersedia dan mengarah pada pencapaian tujuan belajar. Pada fase ini, guru dapat mengikuti pelatihan daring (online) dan luring (offline).

Praktik Pengajaran (Do)
Guru mendapat program pendampingan untuk menguatkan tekad dan mengatasi kesulitan dalam mempraktikkan hasil pelatihan. Guru bisa konsultasi cara penerapan hasil pelatihan dari pelatih secara berkala dan bisa berbagi pengalaman dengan sesama rekan guru.

Publikasi Praktik (Dissemination)
Guru mempublikasikan cerita pengalamannya dalam melakukan praktik hasil pelatihan di Temu Pendidik Mingguan, Temu Pendidik Daerah dan/atau di Surat Kabar Guru Belajar. Dengan publikasi ini, guru mendapat pengakuan dari masyarakat luas sekaligus dapat menginspirasi guru yang lain.

Capaian Kami
Penemuan Inspirasi
Jumlah Komunitas Guru Belajar (KGB) : 145 daerah
Jumlah Temu Pendidik Daerah (TPD) : 150 pertemuan dan 70 diskusi online
Jumlah penggerak dan anggota KGB : 255 penggerak dan 7758 anggota

Jumlah Temu Pendidik (Mudik) Mingguan : 45 kali
Jumlah Mudik Bulanan : 10 kali dengan jumlah penayangan 26,798 kali.
Surat Kabar Guru Belajar terbit 13 kali dengan potensi pembaca 95.945

Penalaran Konsep
Jumlah peserta pelatihan selama 2016 – 2017 sebanyak 1.596 orang peserta pelatihan yang terselenggara berkat kerjasama dengan Komunitas Guru Belajar, perusahaan (PT. PPA, Yayasan Tunas Lestari, Wardah) dan Dinas Pendidikan Daerah (Maluku, Yogyakarta, Bandung, Makassar, Gowa, Pekanbaru, DKI Jakarta)

Melakukan program satu tahun untuk pengembangan guru berkelanjutan bekerja sama dengan Nusantara Run di Purwokerto, bekerjasama dengan inisiatif Bantu Guru Belajar Lagi di Bekasi, dan bekerja sama dengan Alifa Kids di Bandung – Pekanbaru.

Praktik Pengajaran
Jumlah narasumber Mudik Mingguan : 56 guru
Jumlah narasumber Mudik Bulanan : 26 guru
Jumlah penulis di Surat Kabar Guru Belajar: 122 guru

Publikasi Praktik
Jumlah edisi surat kabar : 13 edisi
Jumlah follower di media sosial: 28.729 akun (Twitter, Facebook & Instagram)
Jumlah penerbitan: Buku Diferensiasi, Memahami Pelajar untuk Belajar Bermakna dan Menyenangkan serta Buku Merdeka Belajar di Ruang Kelas

Jumlah peserta Temu Pendidik Nusantara
Tahun 2015: 261 Peserta
Tahun 2016: 638 peserta
Tahun 2017: 843 Peserta

Status Hukum Kami

  • Tahun 1999 – 2014
    Divisi pelatihan Sekolah Cikal dan Rumah Main Cikal yang berperan mengembangkan guru internal
  • Tahun 2015 – 2016
    Lembaga pelatihan dikenal sebagai Lifelong Learning School of Education (LLE) yang mengadakan pelatihan untuk guru secara umum
  • Tahun 2016 – Sekarang
    Yayasan Guru Belajar dengan Daftar Yayasan Nomor AHU-0027876.AH.01.12.Tahun 2016 Tanggal 31 Mei 2016. Yayasan Guru Belajar mengembangkan Kampus Guru Cikal untuk melakukan pengembangan guru secara utuh.

Ayo Kolaborasi Melakukan Perubahan
Donasi keterampilan
Survey yang kami lakukan membuktikan bahwa guru bukan hanya butuh belajar strategi pengajaran tapi juga butuh mengembangkan keterampilan hidup. Perusahaan Anda bisa mendonasikan keterampilan karyawan sebagai pelatih guru untuk topik-topik keterampilan hidup yang dibutuhkan oleh guru. Melalui kolaborasi dengan Komunitas Guru Belajar, keterampilan yang diajarkan tidak hilang tapi dipraktikkan dan disebarluaskan kepada guru yang lain.

Penyediaan konten berkualitas
Komunitas Guru Belajar membutuhkan konten berkualitas tentang pengajaran dan pendidikan. Perusahaan Anda dapat membiayai pengadaan konten yang bersumber dari kajian ilmiah dan dibuktikan melalui praktik para guru. Konten tersebut akan dipublikasikan dan ditampilkan di rangkaian Temu Pendidik Mingguan, Temu Pendidik Bulanan, Temu Pendidik Daerah, Temu Pendidik Regional dan Temu Pendidik Nusantara.

Program pengembangan guru
Bukan pendidikan hak semua anak Indonesia, tapi pendidikan berkualitas yang menjadi hak anak Indonesia. Kami siap bekerjasama untuk mengadakan program pengembangan guru di sekolah di sekitar perusahaan atau sekolah karyawan Anda. Program pengembangan guru ini dipastikan berkelanjutan karena akan bersinergi dengan Komunitas Guru Belajar.

Kampanye pendidikan
Ada banyak salah kaprah dalam pengajaran dan pendidikan Indonesia semisal pengajaran calistung usia dini yang mengabaikan tumbuh kembang anak atau pemujaan kompetisi yang berlebihan sehingga sulit berkolaborasi. Perusahaan Anda kami undang melakukan kampanye pendidikan untuk mendobrak salah satu salah kaprah pengajaran dan pendidikan. Kampanye tersebut akan diikuti oleh Komunitas Guru Belajar dari berbagai daerah dan hasilnya akan ditampilkan di website khusus yang berisi bukti perubahan dari para guru.

%d bloggers like this: