Video Pembelajaran dengan Kinemaster

Penulis : Risma Bella Pratiwi | 11 Feb, 2021 | Kategori: Merdeka Belajar

Pembelajaran Jarak Jauh sudah berlangsung hampir satu tahun, mengharuskan kita para guru, orangtua dan anak untuk beradaptasi dengan pembelajaran jarak jauh. Memaksa Guru harus banyak belajar dengan belajar banyak aplikasi untuk membuat pembelajaran yang tetap menarik bagi anak. Tetapi banyak dari guru yang mengalami kendala dalam proses editing dan membuat video pembelajaran yang menarik bagi anak. Akhirnya banyak murid yang mengalami kejenuhan dan tidak mau belajar karena materi yang diberikan guru hanya itu-itu saja. Akhirnya kami para guru mendapatkan solusi dengan belajar bersama KGBN Surakarta bagaimana cara belajar asyik membuat video pembelajaran dengan Kinemaster.

Membuat Video Pembelajaran dengan Kinemaster

Temu Pendidik Daring/Online dilakukan Komunitas Guru Belajar setiap satu minggu sekali yaitu di hari selasa dengan tema yang berbeda-beda. Kegiatan ini bisa diadakan sebagai fasilitas bagi para guru berdaya bersama-sama. Selasa, 26 Januari 2021 TPD KGB Surakarta mengangkat tema Video Pembelajaran dan kemudian memberi judul diskusi yaitu “Mengajar Asyik Dengan Video Pembelajaran.” Diskusi berdurasi satu jam ini mengundang Narasumber dari Kota Surakarta, yaitu Bapak Rusdi Mustapa. Beliau ini calon penggerak dan juga seorang guru di MAN I Surakarta sebagai Guru Sejarah. Diskusi ini dipandu oleh saya sendiri Risma Bella Pratiwi. KGB Surakarta dan saat ini mengajar di TK Kristen Widya Wacana VI Joyotakan. 

Diskusi TPD ini dimulai tepat pukul 19.00 WIB. Satu jam sebelumnya moderator masuk untuk menyapa serta memperkenalkan diri dengan anggota grup yang berjumlah 257 orang. Antusias anggota sangat luar biasa. Hal itu tampak dari respon mengacungkan jari ketika moderator menanyakan “apakah sudah siap belajar?”. 15 menit menjelang diskusi moderator melempar aturan diskusi untuk disepakati bersama, memberikan materi dari narasumber  serta memperkenalkan narasumber (https://youtu.be/zgxW1vunggs). 5-10 menit dipelajari, kemudian moderator membuka termin pertanyaan. Selama diskusi ada ….. penanya. Berikut rangkuman pertanyaan dan jawaban diskusi tersebut. Sebelumnya narasumber membagikan materi melalui link youtube sebagai berikut:

  1. Tutorial membuat video pembelajaran sederhana https://youtu.be/kiOc_YJi01w
  2. Cara editing dengan Kinemaster https://youtu.be/K_7HoMlrjfg
  3. Video kegiatan sharing bikin video pembelajaran https://youtu.be/bZlxRG7jr2A
  4. Contoh media pembelajaran berupa video materi yang di lengkapi gambar dan video. Juga ada sentuhan animasi – https://youtu.be/oVXSWDzXkKI

Baca Juga: 7 Media Ajar Inovatif

Guru Vita Jakarta: “Selamat malam bapak dan ibu, saya Vita dari Jakarta dan Nita dari Jember ingin bertanya terkait membuat video pembelajaran dengan kinemaster ini, apakah Kinemaster berbayar?

Guru Rusdi : “Baik terimakasih untuk pertanyaannya ibu Vita dan ibu Nita teman-teman baru dari Jakarta dan Jember.  Saya akan menjawab apakah Kinemaster berbayar, kalau kita download dari playstore masih gratis, tetapi jika kita ingin memiliki yang Full Version maka kita harus membayar.” “Saya ingin bercerita kenapa saya ingin mengembangkan pembuatan Media Pembelajaran pertama karena saya suka editing video kalau dulu pakai laptop atau komputer tetapi di era sekarang kita harus bisa bekerja secara efektif/efisien/praktis dengan menggunakan media android kita dapat membuat media pembelajaran, kita tinggal mengambil video kita kemudian kita olah menggunakan Kinemaster langsung kita bagi atau kita upload ke Kanal Youtube yang mungkin sudah kita miliki. Dengan hanya berbekal Handphone android kita bisa membuat media pembelajaran yang tak kalah menarik dan keren dengan yang dibuat menggunakan laptop dan komputer. “

Guru Kristijorini Surakarta: “Saya Kristijo Rini dari TK Kristen Widya Wacana Pasar Legi Surakarta. Yang ingin saya tanyakan, alat apa saja yang harus dipersiapkan selain HP? Terima kasih.”

Guru Rusdi: “Terima kasih pertanyaannya Bu Rini. Saya jawab ya. Untuk peralatan syuting ya istilahnya,  di gambar yang sudah saya share itu lokasinya di ruang tamu saya, yang mendadak jadi studio saya. Kalau untuk alat-alatnya cukup standar ada kamera dari HP, tripod, microphone, selebihnya kalau kita mau tambahkan menggunakan lighting/pencahayaan silakan, yang penting ada HP berkamera, tripod, mik. Posisinya juga tidak harus berdiri seperti yang ada dalam foto saya kita bisa dengan duduk, tapi di belakang kita sudah kita siapkan green screen atau blue screen, untuk green screen dan blue screen kita usahakan memakai baju yang kontras warnanya dengan green screen atau blue screen agar nanti ketika kita edit dengan Kinemaster bisa menghasilkan gambar yang bagus”

Guru Nita Garut: “Saya Bu Nita dari Garut ingin bertanya, kalau ada animasinya bagaimana prosesnya? terimakasih”

Guru Rusdi: “Langsung saya jawab ya bu Nita. Untuk animasi, kayaknya ada sesi sendiri ya, bisa diatur waktunya untuk pertemuan berikutnya, tapi ini akan sedikit saya singgung untuk animasi biasanya saya hanya bermain di gambar – gambar yang saya download dari internet seperti yang bapak ibu lihat. Kemudian kita masukkan di video kita dan kita bisa memberi gerakan – gerakan, biasanya untuk anak – anak SD itu senang jika media pembelajarannya itu ada animasi, sedikit saya cerita kemarin ada teman saya yang putranya masih di SD mengeluhkan jika gurunya memberikan video seperti membaca buku, saya sarankan untuk memberikan animasi yang bisa bergerak di Kinemaster. Jadi gambar yang kita ambil dari internet bisa kita masukkan ke kinemaster.” 

Guru Luluk Surakarta: “Saya Luluk TK Kristen Widya Wacana VI Joyotakan, ingin bertanya ini saya instal ko tulisannya begini ya pak?.”

Guru Rusdi: “Saya jawab ya bu Luluk. Kemarin ketika pelatihan saya juga mendapat tulisan seperti itu, kemudian dari instruktur nya menyuruh saya untuk mengklik yang sebelah kanan, itu kalau dalam bahasa Indonesia artinya yes or no”

Guru Luluk Surakarta: “Terima kasih untuk moderator, saya Luluk. Kalau sudah nanti bahasa yang muncul apa pak?

Guru Rusdi: “Baik bu Luluk, kalau tidak salah munculnya bahasa inggris, mohon maaf karena saya tidak memberi tutorial cara untuk menginstal aplikasi Kinemaster, tapi nanti saya akan berikan video cara menginstall aplikasi Kinemaster.”

Guru Rusdi: “Sedikit sharing saja ketika saya membuat video itu minimal 10 menit atau 20 menit dan materi yang saya berikan tidak secara mendetail tapi langsung ke poin – poin penting saja, kebetulan saya mengajar di Madrasah Aliyah setara dengan SMA jadi saya tidak memberikan full materi hanya poin penting saja kemudian saya ajak sharing. Untuk anak SD dan TK lebih suka jika diberi animasi, dan ada wajah bapak ibu guru pasti akan lebih menarik. Kenapa saya membuat media ini karena di masa pandemi ini kita tidak bisa bertemu langsung dengan murid kita, maka dengan media video pembelajaran yang kita buat dengan tampilan yang menarik akan membuat kedekatan dengan murid tetap terjaga. Saya akan membuka bagi bapak ibu yang ingin privat untuk pembuatan media pembelajaran menggunakan android dengan Kinemaster, jika ada yang berkenan bisa japri saja untuk lebih detailnya.”

Guru Nurul: “Selamat malam, saya bu Nurul dari MAN 2, Pak Rusdi video pembelajaran yang sudah jadi kapasitasnya besar tidak, karena setelah jadi kan harus kita share ke murid…apakah harus di pindah ke youtube dulu baru bisa, mengingat youtube kan bisa untuk kapasitas besar.”

Guru Rusdi: “Mohon ijin lagi, jika ada bapak dan ibu yang mengalami kesulitan merekam video, bisa kita variasi dengan merekam suara saja seperti yang saya lakukan itu. Tapi kita harus menyiapkan materi dan narasi yang akan kita sampaikan kepada anak – anak hanya saja tidak ada wajah kita sebagai pengajarnya. Dan untuk pertanyaan dari bu Nurul, terkait kapasitas besar atau kecilnya file itu tergantung durasi sebenarnya, kalau materi saya sampai 10 menit sudah hampir 1000 mega, Cuma ketika kita mau ekspor menjadi file video kita bisa mengatur kualitas video mau ke rendah, sedang atau tinggi, kalau tinggi pasti akan besar sekali, maka dari itu saya setting ke kualitas yang sedang atau agak ke rendah, tapi hasilnya tetap bagus seperti yang bapak ibu lihat di youtube saya. Kemudian jika ingin dibagi ke murid biasanya saya masukkan ke channel saya nanti saya tinggal membagikan linknya saja ke murid sambil untuk menambah subscribe serta like dan selama ini anak – anak saya tidak ada komplain, paling satu dua anak itu wajar, kenapa saya share di youtube karena bisa di buka kapan pun, di manapun dan tidak terbatas waktu. Jika tidak mau boros kuota bisa share d grup kelas

Guru Dewi Sragen: “Saya bu Dewi dari Sragen Bu Bella, ingin bertanya kira – kira selain Kinemaster apakah ada aplikasi yang lain, karena HP saya tidak suport untuk Kinemaster. Terima kasih”

Guru Rusdi: “Kalau aplikasi sejenis Kinemaster itu ada banyak jika ibu cari di Play Store ada aplikasi Power Director, dulu saya pakai Power Director yang tidak kalah dengan Kinemaster mungkin 11-12, tapi sekarang saya sudah hampir meninggalkan Power Director dan bersandar kepada Kinemaster karena menurut saya lebih enak menggunakan Kinemaster, tapi nanti coba silakan ibu install dari Play Store Power Director. Kalau yang lain saya tidak hafal, Kinemaster dan Power Director adalah aplikasi editing untuk pembuatan video dari HP.”

Merancang Media Pembelajaran Merdeka Belajar

Pembelajaran dan refleksi: Setelah mengikuti diskusi bagaimana cara membuat video pembelajaran dengan Kinemaster, kami merasa yang dulu kami merasa sulit dan mengalami banyak kendala dalam membuat video pembelajaran bagi anak, menjadi termotivasi dan mendapat banyak inspirasi bagaimana cara membuat video pembelajaran yang mudah dan menarik bagi anak, yang jelas bisa langsung kita praktikkan di tempat mengajar kita. Semoga kita para guru mau untuk terus belajar dan  merefleksi setiap pembelajaran kita supaya anak tidak mengalami kejenuhan ketika melaksanakan pembelajaran di rumah. Diskusi ditutup tepat pukul 20.30

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: