Wardah Inspiring Teacher Jakarta: Membuat Media Inovasi Melalui Empati

Penulis : Mahayu Ismaniar | 17 Dec, 2019 | Kategori: Pelatihan guru, Program Pengembangan Guru

Wardah Inspiring Teacher memasuki kota pamungkas, Jakarta.

Pagi itu, Bu Didi, Bu Cynthia dan saya, Mahayu sudah berada di Ballroom hotel Mercure Jakarta. Berkenalan (kembali) dengan Tim dari Wardah, ada Mbak Suci dan Mbak Fifi. Peserta sudah mulai berdatangan, mulai bersalaman dan berkenalan satu dan lainnya. Hm, menarik karena ternyata beberapa guru ada yang berasal dari Tangerang, Bekasi, dll. Jadi hari ini, tim Kampus Guru Cikal akan berada diantara guru-guru yang menginspirasi karena berada di ruangan ini adalah bentuk apresiasi dan rekomendasi dari yang terinspirasi oleh mereka, para guru.

Semua peserta begitu antusias ketika Najeela Shihab turut hadir dan memberikan materi di Sabtu pagi, memulai percakapan dengan bertanya kabar. Sesi Bu Elaa hari ini tentang Pendidikan Abad 21, dimana Kampus Guru Cikal percaya bahwa guru harus memiliki 4K, Kemerdekaan, Kompetensi, Kolaborasi dan Karier. Bu Elaa mengajak guru berefleksi tentang apa tantangan guru di masa dahulu dan sekarang dan juga cita dan cara untuk menjawab tantangan di masa sekarang. Begitu banyak guru bercerita tentang pengalaman masa lalu, pengalaman tersebut beberapa memicu rasa rendah diri dan beberapa juga sadar diri untuk segera memperbaiki, seperti apa yang diceritakan oleh Bu Wuri dari Sekolah Tanpa Batas. Begitu banyak, guru-guru bertukar cerita dan saling mendengarkan satu dan lainnya. Namun sesi 90 menit ini memang cukup singkat terasa karena masih banyak pertanyaan yang ingin dijawab. Di akhir sesi Bu Elaa, kita semua yang berada di ruangan ini dan juga guru-guru di luar sana percaya bahwa guru harus merdeka belajar untuk memajukan pendidikan di Indonesia.

Peserta dapat rehat sejenak untuk menikmati snack yang telah tersedia, kemudian dilanjut dengan panen permen yang bertujuan agar dapat mengenal satu dan lainnya juga bertanggung jawab ketika sudah mendapatkan permen dari peserta lainnya. Sebelum masuk ke materi yang akan dipandu oleh Pelatih Kampus Guru Cikal, sejenak kami membuat kesepakatan belajar agar dapat menghargai proses belajar hari ini. Tentunya, peserta mengisi pertanyaan panduan SIP lalu ditempelkan agar tulisan tersebut menjadi sebuah refleksi di sesi akhir nanti.

Tentang Membuat Perubahan di kelas, sering kali kita membuat berbagai macam metode di kelas lalu menerapkannya dan hasilnya tetap saja sama seperti sebelumnya, kalau pun ada perubahan ya sedikit saja. Sebenarnya, apa yang dibutuhkan untuk melakukan perubahan di kelas? Metode terbaru, teknologi tercanggih atau memahami murid? Kali ini peserta dibagi ke dalam kelompok kecil sesuai dengan tingkat mengajar agar mempermudah untuk berdiskusi tentang murid di kelas. Peserta dipandu untuk membuat peta empati dan juga tahap perkembangan anak sesuai dengan usianya. Namun beberapa masih mengalami kesulitan karena masih berfokus pada perilaku siswa bukan pada tahap perkembangan.

Setelahnya dilanjutkan tentang Mendefinisikan Masalah, peserta pun diajak untuk mengingat kembali  proses desain secara keseluruhan, hubungan antara empati dengan pendefinisian masalah. Membahas permasalahan dari peta empati dari kolom kenikmatan dan kepedihan yang dialami siswa dalam belajar di peta empati. Peserta diminta memfokuskan pada permasalahan siswa dan bukan yang berakar dari guru dan/atau sistem. Memilih permasalahan yang akan diselesaikan. Sore hari itu ditutup dengan tepukan semangat agar kembali ceria saat pelatihan esok pagi.

photo6325345409840556251

Hari Kedua

Dibuka dengan sesi refleksi, apa yang sudah didapatkan pada hari pertama, banyak tulisan reflektif dari peserta “tentang betapa pentingnya memahami murid sebelum membuat suatu inovasi”. Hal menarik ketika membahas tentang perbedaan antara kreatif dan inovatif, beberapa peserta menjawab dan sepakat bahwa kreatif belum tentu menjawab suatu tantangan dan inovatif sudah pasti mampu menjawab suatu tantangan. Its time! Saat melakukan curah ide peserta melakukan reka ulang, atau kembali melihat proses yang sudah dilakukan sebelumnya dan berpegang pada tahapan perkembangan anak dengan bantuan fasilitator.¬†

Masing-masing kelompok memilih suatu inovasi yang berbeda sesuai dengan kebutuhan dan juga tahap perkembangan murid, sebagai contoh dari Kelompok yang dipandu oleh Pak Rahmat, Murid butuh pembelajaran dengan berbagai metode, sayangnya guru hanya monoton dalam mengajar dengan Scavenger Hunt murid bisa terlibat dalam belajar dan juga mengenal teman-teman satu kelas. Kelompok ini menggunakan permainan yang bisa diterapkan di awal tahun ajaran.

Akhirnya, pelatihan Wardah Inspiring Teacher selesai. Eits, tenang masih ada Talkshow Inspiratif dari Pak Salman Subakat dan juga dengan Guru Inspiratif. Acara ditutup dengan nyanyian dari anak-anak Sanggar Senja dan sambil memberi bunga kepada guru-guru yang hadir. Upss, haru biru momentnya. Terima kasih ya Bapak Ibu sudah mau dan terus belajar. Salam Merdeka Belajar.

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: